Karena euforianya, bulan puasa selalu menjadi momen di mana pengeluaran sebagian besar orang akan jadi lebih besar dibanding bulan-bulan biasanya. Biasanya, makanan berbuka yang variatif, acara buka bersama, sampai persiapan mudik dan Lebaran adalah 3 hal utama yang buat anggaran keuangan di bulan puasa jadi membengkak.

Padahal seharusnya, ibadah puasa yang mewajibkan kita menahan diri bisa berdampak juga pada pengeluaran yang lebih hemat. Namun karena euforia bulan Ramadan yang datang setahun sekali, yang terjadi justru sebaliknya. Tak jarang, banyak juga orang mengambil kredit hingga pinjaman online cepat cair terbaru untuk memenuhi kebutuhan yang bengkak selama Ramadan hingga Lebaran.

Apalagi sekarang, banyak pinjaman online cepat cair terbaru yang bisa kasih limit besar dengan bunga rendah. Kredivo salah satunya, fintech kredit online yang menawarkan layanan kredit dengan limit s.d Rp 30 juta dengan bunga hanya 2,6% untuk cicilan. Bisa untuk transaksi di 1000+ merchant pula, termasuk yang populer seperti Tokopedia, Lazada, Blibli, Alfamart, McDonalds, sampai IKEA online.

Lantas, apa yang harus dilakukan?

Masih sama dengan tahun sebelumnya, di tahun ini, bulan puasa 2021 yang jatuh di bulan April mendatang masih berlangsung dalam kondisi pandemi. Artinya, akan lebih baik jika kita bisa menahan diri, pengeluaran, berhemat, dan banyak membantu sesama mengingat situasinya. Ada 6 cara yang bisa dilakukan untuk mengatur pengeluaran di 2021 untuk mendukung hal tersebut, yaitu:

Buat anggaran keuangan satu bulan sebelumnya

Supaya nggak kalap dan terburu-buru, anggaran keuangan khusus untuk bulan puasa bisa dibuat 1 bulan sebelumnya. Jika bulan puasa jatuh di pertengahan April, maka di pertengahan Maret nanti, kamu mulai bisa menyusun kebutuhan dan pengeluaran apa-apa saja yang akan berlangsung di bulan Maret. Dengan memiliki anggaran keuangan untuk bulan puasa dari jauh-jauh hari, ini akan membantu kamu untuk tetap jernih dalam menentukan prioritas. Tidak terdesak waktu dan keinginan untuk segera memenuhinya.

Atur menu makan dan uang belanja seperti bulan-bulan sebelumnya

Berbuka dan sahur adalah dua waktu saat bulan puasa di mana makanan berlimpah. Berpuasa penuh seharian membuat kita kerap kalap masak atau beli makanan dengan berbagai macam menu. Tanpa disadari, kalo dihitung-hitung seharian, jumlah uang yang keluar untuk makanan sudah lebih besar dari hari biasanya. Dan kondisi ini berlangsung terus sampai 30 hari ke depan.

1-2 hari pertama merayakan berbuka dan sahur dengan menu variatif & enak, sah-sah aja. Tapi, kalo nggak mau boros, maka usahakan untuk membuat menu makan dan bujet belanja sama seperti bulan-bulan sebelumnya. Hanya aja, ada sedikit penyesuaian yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi naiknya harga-harga bahan makanan segar selama bulan Ramadan hingga Lebaran.

Hapus beberapa pengeluaran yang perlu disetop karena puasa

Buat kamu yang perokok, sering ngemil di sore dan siang hari, atau rajin beli kopi susu di pagi hari, pengeluaran-pengeluaran ini bisa dihapuskan dalam anggaran keuangan selama bulan puasa nih. Supaya nggak tergiur buat “balas dendam” setelah berbuka, uangnya bisa disisihkan di awal untuk dialihkan menjadi tabungan atau untuk kebutuhan penting lainnya. Salah satunya seperti untuk melunasi kredit atau cicilan yang masih tersisa.

Bukber atau sahur on the road bisa ditiadakan karena pandemi

Karena masih dalam situasi pandemi, acara bukber dan sahur on the road yang sangat populer dilakukan orang selama Ramadan bisa ditiadakan. Khususnya oleh kamu sendiri. Selain memangkas pengeluaran, ini dilakukan demi keamanan bersama sekaligus mendukung program vaksin yang sedang dilakukan oleh pemerintah.

Sisihkan lebih banyak uang untuk ditabung dan bersedekah

Sebagai gantinya, kamu bisa menyisihkan uang lebih banyak untuk ditabung atau bersedekah. Berbagi kepada orang-orang di sekitar yang lebih membutuhkan. Sebab, inilah yang menjadi esensi utama dari bulan Ramadan: beribadah, bersyukur, dan berbagi.

Ditambah, adanya THR bisa membuat kamu lebih leluasa untuk menabung, bersedekah, hingga menyelesaikan hal yang belum selesai terutama cicilan. Daripada menggunakan uangnya untuk kebutuhan konsumtif sepenuhnya saat Lebaran seperti beli pakaian, dll, kamu bisa menjadikan THR sebagai momen pendukung untuk memiliki finansial yang lebih stabil pasca Ramadan.