Tips Memperkenalkan Pendidikan Seks Anak

222 views

Seks bukan lagi hal tabu untuk dibicarakan. Apalagi di era teknologi seperti sekarang yang memungkinkan anak dan remaja memperoleh informasi lewat berbagai medium. Untuk menghindari anak dan remaja dari hal yang tak diinginkan, terutama penyimpangan seks di usia yang tak seharusnya, ada baiknya orangtua menerapkan pendidikan seks sejak dini. Pendidikan seks juga tak menjadi tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan lainnya.

Orangtua harus ikut duduk bersama dengan anak. Membicarakan penjelasan dan nilai-nilai yang mereka anut. Mereka harus memulai sedini mungkin, sebelum lingkungan mempengaruhi anak-anak. Tapi prakteknya tidak semudah berbicara. Dibutuhkan keterampilan berbicara, pengetahuan, dan pendekatan agar anak dan orangtua merasa nyaman. Dengan begitu, tujuan yang diharapkan pun tercapai. Pendidikan seks bukan berarti membicarakan tentang seks dalam arti kata sebenarnya. Pendidikan seks bisa juga memperkenalkan fungsi organ reproduksi, alat genital, hingga masa pertumbuhan fisik anak, dan masalah-masalah yang dialami saat pubertas. Berikut informasi yang bisa membantu.

Kapan pendidikan seks dimulai?

Sedini mungkin, artinya sebelum masa puber anak, sebelum mereka punya kebiasaan yang terbentuk dalam perilaku sehari-hari. Ada pun jenis informasi yang diberikan disesuaikan dengan fisik, emosi, dan intelektualitas anak. Pendidikan seks sangat bermanfaat untuk meng-hindari mencoba sesuatu yang terla-rang karena tahu risikonya. Berbagai penelitian di Amerika membuktikan, pendidikan seks yang baik mampu menekan hubungan seksual dini, pencegahan penyakit menular seksual, dan kehamilan pada remaja.

Pendidikan seks berdasarkan usia

Batita (O-3 Tahun). Mungkin Anda pikir terlalu dini untuk memberikan pendidikan seks pada anak seusia ini. Se-sungguhnya ada beberapa hal yang bisa diajarkan, misalnya pemberian nama untuk anggota tubuh, tidak hanya tangan atau kuping. Bahas juga tentang genital mereka. Bisa dengan bahasa khusus yang dikenakan orangtua. Memeluk dan urut teknik sentuhan yang sangat baik untuk anak-anak. Jangan menyentuh organ intim mereka meskipun sebagai bahan candaan, karena bisa memberi memori yang tidak baik. Ajari mereka privasi dan hormat terhadap tubuh mereka sendiri.

Usia 4-8 Tahun. Jika ada ibu atau kerabat yang hamil, ajari tentang bagaimana dan kenapa ada adik bayi di perut. Dengan begitu sejak dini mereka mempelajari perbedaan struktur tubuh pria dan wanita.

Usia 9-12. Ketertarikan seks anak seusia ini biasanya tengah tinggi-tingginya, selain itu perubahan fisik yang mulai terjadi dan pengaruh akibat hormon membuat terasa aneh. Tapi Anda bisa mengajar mereka tentang normalnya perasaan yang mereka alami. Berada di sisi anak untuk menjawab pertanyan mereka. Ini lebih baik dibanding mereka bertanya pada teman sepermainan yang sama tidak tahunya.

Remaja. Pada masa ini Anda sudah bisa memberi informasi yang lebih luas lagi, entah tentang fungsi organ reproduksi, bahaya kehamilan di luar nikah, penyakit seksual menular, hingga bahaya perilaku seksual di usia muda yang bisa menimbulkan depresi, isolasi; dan konsekuensi lainnya.

Seperti apa pendidikan seks yang baik?

  • Dekati anak dengan pendekatan karakter, bukan menerapkan segala informasi atau data yang Anda dapat dari buku. Sebelum memberikan pendidikan seks, upayakan memperoleh informasi dari mereka tentang sejauh mana pengetahuan mereka tentang seks. Anda juga lebih baik berbicara berdasarkan pengalaman. Diperlukan kerja sama ayah dan ibu dalam hal ini.
  • Sangat mudah bagi remaja terjerumus ke dalam hal yang buruk, seperti seks bebas, obat-obatan, atau alkohol. Di sinilah peran Anda untuk mendampingi, menjadi teman sekaligus memberi infomasi tentang dampak buruk segala hal itu. Pendidikan seks bisa dimulai dari kedekatan mereka dengan orangtua.
  • Dengarkan secara saksama semua pertanyaan tentang seks. Ada sebagian anak yang dengan terang-terangan bertanya, sebagian lagi mungkin hanya menyatakan keinginantahuannya secara tersirat.
  • Jika ada kesempatan, berusahalah untuk menciptakan obrolan. Tapi Anda harus melihat situasi, jangan ciptakan obrolan saat anak-anak sedang dalam mood yang serius seperti saat belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Cari waktu yang rileks seperti saat baca komik atau nonton televisi.
  • Hindari menjadi orangtua yang keras dan memaksakan kehendak dalam memberi pendidikan seks. Terkadang remaja ingin dihargai. Berikan kesempatan sampai mereka siap bertanya atau berbicara. Tapi di waktu yang sama, pastikan mereka tahu Anda terbuka pada semua pertanyaan. Kalau Anda tidak yakin dengan jawabannya, libatkan juga pasangan. Pendidikan seks bukan hanya tanggung jawab ayah atau ibu, tapi keduanya.
  • Berikan informasi dasar yang terpenting. Tahu atau tidak anak remaja Anda tentang masalah seks, yang terpenting memastikan remaja mengetahui bahaya seksual dan efeknya pada kesehatan.
  • Gunakan alat bantu dari luar, misalnya majalah, buku, atau meminta mediasi anggota keluarga lain.

Tags: #Anak #Pendidikan #Pendidikan Seks #Seks