Temuan Monyet Bersin di Himalaya Bikin Heboh Ilmuwan

6050 views

monyet-bersinLaporan World Wildlife Fund (WWF) teranyar menyebutkan lebih dari 200 spesies baru ditemukan di bagian timur Himalaya dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Jumlah penemuan tersebut terbilang tinggi dengan rata-rata 34 spesies baru ditemukan setiap tahun di lingkungan ekosistem yang kaya, tetapi juga terancam kelestariannya, dalam enam tahun terakhir.

Laman Discovery menuliskan, dalam rentang satu dekade 1998-2008, 345 spesies baru ditemukan di sana. “Penemuan lebih dari 200 spesies baru ini adalah indikator penting akan kekayaan keanekaragaman hayati yang terus digali, juga dapat memunculkan kepedulian untuk melestarikan warisan kekayaan alam secara berkelanjutan. Sebagai konsekuensi pembangunan permukiman di area timur Himalaya, hanya 25% dari habitat aslinya yang masih utuh,” ujar perwakilan WWF Bhutan, Phuntsho Choden.

Baca juga : Michael Kearney, Sarjana Termuda di Dunia

WWF (World Widelife Fund) mengungkapkan, telah menemukan 133 tanaman, 26 spesies ikan, 10 amfibi, 1 reptil dan burung, serta mamalia baru di seluruh wilayah Himalaya dalam 5 tahun terakhir. Wilayahnya meliputi sebagian Nepal, Bhutan, utara Burma, selatan Tibet, dan timur laut India. Salah satu spesies baru yang ditemukan di Burma Utara adalah monyet bersin (sneezing monkey). Ciri khasnya terdapat pada anatomi jaringan hidungnya yang “terbenam”, menyisakan lubang permukaannya saja.

Nama resmi dari monyet jenis ini adalah Rhinopithcus strykeri. Anatomi hidungnya membuat hewan yang dijuluki “Snubby” tersebut selalu bersin setiap tetesan air hujan masuk melalui rongga hidungnya.

Menurut laman Daily Mail, di hutan sekitar wilayah utara Myanmar, ilmuwan mempelajari bahwa sejak 2010 monyet berbulu hitam-putih dengan hidung terbalik (upturned nose) acap kali mengeluarkan bersin saat musim hujan. Pada hari-hari hujan, menurut ilmuwan, monyet-monyet tersebut sering duduk dengan kepala yang terselip di antara lututnya untuk menghindari air menyelusup ke lubang hidungnya.

Snubby merupakan primata terbesar pada kelompoknya di dunia dengan panjang tubuh sekitar 21 inchi. Sayangnya, populasi mereka lambat sehingga diputuskan masuk golongan nyaris punah (critically endangered).

Baca juga : Khasiat di Balik Bau Menyengat Bawang Putih

Penemuan Snubby diawali perkenalan para ilmuwan dengan penduduk lokal Lisu di Myanmar bagian utara timur. Mereka menyebutnya myuk na tok te yang berarti monyet yang memilih wajah terbalik karena keanehan pada hidungnya. Kelompok monyet ini mudah ditemukan, terutama ketika musim hujan karena sering terdengar suara bersin.”

Dipankar Ghose, Direktur WWF untuk spesies dan lanskap di India, melukiskan wilayahnya sebagai “tempat tinggal harta unik” yang belum sepenuhnya dieksplorasi oleh para ilmuwan. WWF juga melaporkan, wilayah di sekitar Pegunungan Everest yang masih liar dengan hutan luas, sungai, dan dilindungi pegunungan, menjadi tempat banyak spesies berevolusi dan bertahan tanpa diketahui umat manusia selama berabad-abad. Beberapa (spesies) begitu unik dan karismatik sehingga ilmuwan sering kebingungan mengklasifikasikan mereka.

Di laman Livescience, Ketua WWF Living Himalaya, Sami Tornikoski menjelaskan, wilayah timur Himalaya merupakan persimpangan. Pemerintah dapat memutuskan untuk mengembangkan wilayah tersebut untuk perkembangan ekonomi (pembangunan) atau membiarkannya tetap alami. “Pilihan lain lalu muncul, yakni tetap membangun tetapi dengan konsep ekologis yang berpihak pada kelestarian alam dan lingkungan,” ujarnya.

Patut disayangkan jika potensi wilayah ini diremehkan. Secara keseluruhan, Himalaya adalah rumah bagi 10.000 spesies tanaman; 300 jenis mamalia; sekitar 1.000 jenis burung; serta lebih dari 1.000 jenis reptil, amfibi, dan ikan air tawar.

Tags: #Habitat #Himalaya #Monyet Bersin

Leave a reply "Temuan Monyet Bersin di Himalaya Bikin Heboh Ilmuwan"

Author: 
    author