Manis Dan Legitnya Bacang Semarang

441 views

Bakcang atau bacang, Anda pasti familiar dengan kuliner satu ini. Kuliner khas Tionghoa ini mudah ditemui. Tapi, sekarang kudapan berbentuk limas segitiga ini sudah jarang ditemui dan kian tergeser aneka makanan modern.

Bacang berbahan utama beras atau beras ketan biasanya berisi daging, mulai dari sapi atau ayam berbumbu dan dibungkus dengan daun bambu. Rasanya manis dan gurih. Biasanya mengkonsumsi satu buah bacang sudah mampu membuat perut kenyang.

Di balik tampilan sederhana, bacang sendiri memiliki sejarah dan legendanya. Bacang, dipercaya, pertama kali muncul pada zaman Dinasti Zhou. Kisahnya diawali dari seorang penasihat raja bernama Qu Yuan, yang mencoba menasihati raja bahwa negara Cu yang dipimpinnya telah dipenuhi menteri-menteri yang korup. Ia juga memberi peringatan bahwa ada negara lain yang ingin menyerang sang raja.

Sayangnya, karena kalah suara, nasihat Qu Yuan tidak digubriskan raja dan ia justru diasingkan. Namun, peringatan Yuan pun terjadi. Negaranya akhirnya diserang dan dicaplok negara lain.

Yuan kecewa dan putus asa hingga menceburkan dan menenggelamkan diri ke Sungai Miluo. Masyarakat bersimpati dengan Yuan. Mereka akhirnya melemparkan ketan terbungkus daun ke arah sungai untuk mengalihkan perhatian ikan-ikan agar jenazah Yuan tidak dimakan.

Baca Juga : Cara Bijak Menghemat Listrik di Rumah

Kejadian itu menjadi latar terciptanya bacang sebagai salah satu simbol perayaan Peh Cun atau Duanwu. Makna luhur terkandung dalam makanan yang kemudian diakulturasi dan melegenda di Semarang.

Di Indonesia sendiri, makanan khas China ini dikenal bersamaan dengan masuknya gelombang pendatang dari daratan China ratusan tahun silam, dan kini telah beradaptasi dan berasimilasi dengan budaya asli Indonesia.

Di Semarang, bacang masih menggunakan ketan dan rasanya lebih manis, sedangkan di Jawa Barat dibuat dengan nasi dan lebih asin. Pembuatan bacang pun tidak sembarangan karena dibuat limas, jadi harus pelan-pelan dan tekun saat membuatnya.

        Baca juga : Es Teh Markisa Jeruk Lemon

Selain bacang, ada pula kuecang, yang mirip dengan bacang, hanya saja berupa ketan polos yang dibungkus tanpa isian daging. Kuecang dimakan bersaman dengan siraman air, perpaduan gula putih dan gula Jawa. Rasanya manis dan legit.

Tags: #Bacang #Bakcang #Legit #Makanan Khas #Makanan Tradisional #Manis #Semarang