Kenali Penyakit Jantung Koroner Dan Faktor Resikonya

247 views

penyakit-jantung-koronerSetiap organ tubuh kita, termasuk jantung, memerlukan pembuluh darah untuk mengangkut darah, oksigen, dan zat-zat makanan yang dibutuhkan organ tersebut. Pada jantung, pembuluh darah tersebut disebut arteri koroner. Arteri koroner secara prinsip ada dua, arteri koroner kanan dan arteri koroner kiri. Arteri koroner kiri bercabang dua ke depan dan belakang. Dengan bertambahnya umur dan adanya faktor risiko, bisa terjadi penyempitan pembuluh darah. Kalau hal itu terjadi di jantung disebut penyakit jantung koroner.

Mengapa orang dapat terkena penyakit jantung koroner? Salah satu proses penyebab penyempitan pembuluh darah di jantung ialah karena kadar kolesterol dalam darah yang tinggi. Ada proses peradangan dalam pembuluh darah, terutama pembuluh darah jantung. Endotel (lapisan sel yang melapisi permukaan dalam pembuluh darah) mengalami kerusakan, kemudian masuk zat inflamasi.

Peradangan berubah bentuk menjadi lebih agresif dan akan memakan kolesterol. Timbul benjolan seperti bisul dalam pembuluh darah yang akan mengakibatkan penyempitan. Semakin sempit, aliran darah akan semakin cepat sehingga bisa pecah sehingga terjadilah serangan jantung. Jadi, tiba-tiba terjadi penyumbatan pembuluh darah di jantung.

Keluhan yang dirasakan seperti nyeri dada hebat, disertai mual, muntah, keringat dingin, atau bisa pingsan. Rasa nyeri tersebut merambat ke leher, lengan kiri, dan punggung. Satu hal yang sering terjadi pada penyempitan pembuluh darah jantung, terutama sebelah kanan, gejalanya mirip sakit di lambung. Hal itu menyebabkan orang salah dalam mengartikan penyakitnya. Disangka terkena penyakit lambung karena gejalanya, nyeri perut atas, kemudian disertai mual, muntah. Padahal kemungkinan itu merupakan gejala dari penyakit jantung koroner.

Dilihat dari perkembangan penyakit jantung koroner, secara teori, semua orang bisa terkena penyakit tersebut. Dari perjalanan penyempitan pembuluh darah jantung, calon bisul sudah mulai terbentuk pada usia 20 tahunan. Yang paling berbahaya bila penyempitan mencapai 30%, biasanya tidak bergejala. Pola makan yang tidak terjaga dengan baik mengakibatkan bisul mudah pecah, secara tiba-tiba dapat terjadi penyumbatan total dan jantung berhenti berdenyut mengakibatkan kematian.

Banyak faktor risiko yang dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah jantung. Ada yang bisa dimodifikasi, ada juga yang tidak dapat dimodifikasi. Penyakit hipertensi, diabetes melitus, kadar kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, kegemukan, stres, dan kurang olah raga termasuk faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Dalam arti, hipertensi dapat diobati, diabetes melitus dapat dikendalikan kadar gula darahnya.

Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah umur, jenis kelamin, dan riwayat keluarga. Umur bertambah, semakin lama semakin tua sehingga kemungkinan terjadinya penyakit jantung koroner lebih tinggi dengan bertambahnya usia.

Masalah jenis kelamin, laki-laki lebih sering terkena, sementara pada wanita sebelum menopause, penyempitan pembuluh darah di jantung sangat jarang terjadi. Hal itu terkait dengan sistem hormonal yang ada dalam tubuh wanita. Namun, begitu wanita memasuki masa menopause, kemungkinan terkena penyakit jantung koroner sama seperti laki-laki.

Bila ditanyakan siapa saja yang berpotensi terkena penyakit jantung koroner, maka itu terkait dengan faktor risiko dari penyakit tersebut. Kalau dalam keluarga ada riwayat terkena penyakit jantung koroner, keturunannya berpotensi terkena penyakit itu. Misalnya, orangtua terkena serangan jantung pada usia muda, ada kecenderungan anak juga dapat terkena penyakit yang sama. Melihat kondisi seperti itu, faktor risiko lainnya harus benar-benar dijaga jika tidak mau terserang penyakit itu.

Tags: #Pembuluh Darah #Penyakit Jantung Koroner #Serangan Jantung