Candi Sukuh dan Candi Ceto, Dua Candi Eksotis di Gunung Lawu

303 views

candi-sukuhPencinta wisata budaya sekaligus dekat dengan alam seharusnya tidak melewatkan Candi Sukuh dan Candi Ceto dari daftar pilihan tujuan liburan. Anda akan terkagum-kagum sambil tersenyum geli menyaksikan relief dan patung-patung eksotis.

Candi Sukuh berdiri kokoh di lereng barat Gunung Lawu pada ketinggian 910 meter di atas permukaan laut. Posisinya tepat di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Biaya masuk ke candi ini hanya Rp 3.000 untuk wisatawan nusantara dan Rp 10.000 untuk wisatawan mancanegara.

Kehadiran Anda disana akan disambut dengan relief yang ada di lantai kayu pintu masuk candi ini, yaitu relief simbol linggayoni. Lingga merupakan bahasa Sanskerta yang artinya alat kelamin laki-laki, sedangkan yoni merupakan gambaran alat kelamin perempuan. Eits, jangan mengira ini menggambarkan sesuatu berbau porno.

Linggayoni sebenarnya lambang kesuburan. Relief itu bahkan disakralkan dan dilindungi dengan pagar agar tidak terinjak-injak orang yang melewatinya. Bagian paling atas candi ini pun terdapat patung yang sama, linggayoni. Namun, kini hanya tertinggal bagian yoni karena lingga sudah dimuseumkan di Museum Nasional.

Selain itu, masih banyak patung dan relief lainnya di candi yang memiliki tiga teras ini. Relief yang ada di kompleks candi ini melambangkan ketiga dunia. Dunia bawah dilambangkan dengan relief Bima Suci, dunia tengah dilambangkan dengan relief Ramayana, Garudeya, dan Sudhamala. Dunia atas dilambangkan dengan relief Swargarohanaparwa. Penggambaran ini menunjukkan tahapan yang harus dilalui manusia mencapai nirwana.

Jika sudah puas menyaksikan karya nenek moyang ini, jangan lupa naik ke bagian paling atas Candi Sukuh. Berada pada posisi yang tinggi ini membuat pengunjung bisa menyaksikan keseluruhan kompleks candi seluas 5.000 meter persegi dan pemandangan indah sekeliling candi.

Tak terlalu jauh dari Candi Sukuh, masih di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1.496 mdpl, ada Candi Ceto. Posisinya tepat di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Candi ini pun punya beberapa patung lingga yoni. Filosofi relief atau patung jenis ini sebenarnya memberi pesan pada anak cucu agar mengingat mereka hadir di dunia dengan kehendak Yang Maha Kuasa melalui ayah dan ibu sehingga anak harus menghormati ayah dan ibunya.

Menaiki sekitar 215 anak-anak tangga di candi ini bagi sebagian orang cukup melelahkan. Namun, letih itu akan cepat hilang jika mata dirnanjakan dengan suasana zaman dulu di setiap teras candi yang memiliki teras seperti punden berundak ini. Ada tempat-tempat meditasi atau rumah bersemedi, patung-patung, dll. Berdasarkan prasasti yang ditemukan, Candi Ceto digunakan untuk ruwatan atau pembebasan yang dikaitkan dengan cerita Sudamala seperti pada Candi Sukuh.

Di sekitar kompleks Candi Ceto ada beberapa homestay atau rumah penduduk yang disediakan untuk penginapan. Harganya cukup bersahabat, sekitar Rp 70.000 hingga Rp 80.000. Candi-candi ini tidak hanya dapat dinikmati sebagai objek wisata melainkan dapat digunakan untuk keperluan lainnya seperti penelitian, kunjungan tertentu, tempat foto untuk prapernikahan, dll. Hanya saja perlu menghubungi atau menyurati Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah (0274 496413 atau info@purbakala.jawatengah.go.id) lebih dulu untuk mendapatkan izin dan penjelasan lebih lanjut.

Tags: #Candi #Ceto #Eksotis #Gunung Lawu #Sukuh

Leave a reply "Candi Sukuh dan Candi Ceto, Dua Candi Eksotis di Gunung Lawu"

Author: 
    author