Bagaimana Cara Melarang Anak Balita yang Tepat?

72 views

Memiliki seorang anak berusia balita memang menjadi tantangan sendiri. Pasalnya, psikologi anak balita sedang mengalami perkembangan. Ia mudah sekali menolak sesuatu sebagai bentuk penolakan atau perlawanannya akan tetapi, belum tentu ia mengetahui benar alasan ia berkata tidak. Di samping itu, pada masa balita, anak akan diliputi rasa penasaran yang sangat besar sehingga ia sering kali bertanya, “Kenapa?” atau pertanyaan – pertanyaan lainnya tentang berbagai hal yang membuatnya penasaran.

Karena itu, sebagai orang tua, anda perlu lebih memahami  psikologi anak balita agar dapat lebih tepat mengakomodasi masa – masa eksplorasi anak. Karena rasa penasaran yang besar inilah kadang kala, anak – anak juga sering kali menghadapi hal yang menurut anda cukup mengkhawatirkan. Dan anak tidak akan suka apabila anda melarangnya.

Lalu bagaimana cara yang tepat untuk melarang anak balita? Berikut ini beberapa cara yang bisa anda gunakan:

  • Kurangi penggunaan “tidak” atau “jangan”

Pada usia ini, anak akan banyak meniru apa yang anda lakukan. Termasuk dalam menggunakan dua kata ini. Jika anda tidak ingin mereka mengucapkan kata yang sama, maka sebaiknya anda mengurangi penggunaan kata ini. Selain itu, meminimalisir penggunaan kata tidak dan jangan akan membuat anak lebih percaya diri dan juga mempercayai anda.

  • Lakukan negosiasi

Meskipun masih kecil menurut anda, anak pada usia balita pada dasarnya telah siap untuk bernegosiasi. Dengarkan pendapatnya dan berikan sedikit kelonggaran dengan negosiasi. Akan tetapi, jika anak memang harus melakukan suatu hal yang tidak dapat ditawar, anda tidak perlu melakukan negosiasi lebih dulu.

  • Fokus pada perilakunya yang benar dan beri penghargaan

Sebagai orang tua, anda sebaiknya lebih berfokus pada prestasi anak dibandingkan dengan kesalahannya. Jangan segan memberikan penghargaan atau pujian jika anak melakukan hal yang benar. Misalnya dengan mengatakan, “Wah adik pintar ya, sekarang kalau makan langsung cuci tangan. Ibu jadi tidak perlu menyuruh adik cuci tangan sebelum makan lagi deh”

  • Jangan melarang dengan menyogok

Jangan membiasakan anak melakukan sesuatu dengan iming – iming hadiah. Karena meskipun ia melakukan sesuai yang anda harapkan, ia tidak akan memahami bahwa perilakunya salah. Daripada menyogok, sebaiknya anda memberi tahu anak resiko atau alasan yang bisa mereka terima.

Itulah beberapa cara untuk melarang anak balita. Psikologi anak balita memang sedikit berbeda dengan orang dewasa. Kadang kala, mungkin mereka mengatakan tidak mau atau tidak bisa. Tapi anda tidak perlu khawatir, karena sebenarnya mereka hanya perlu anda yakinkan saja.