Akibat Kelainan Gen Keluarga Ini Berwujud Manusia Serigala

376 views

keluarga-manusia-serigalaTak ada yang menginginkan hidup disamakan dengan manusia serigala karena memiliki bulu yang berlebihan. Namun, itulah yang dialami keluarga Budhathoki di pegunungan bagian utara Nepal. Ibu dan tiga anaknya memiliki bulu yang lebat pada bagian muka. Hanya sang ayah, Nara Bahadur Budhathoki yang hidup dengan kondisi normal.

Sang ibu, Devi Budhathoki selama 38 tahun hidup dengan cemoohan tetangga karena memiliki bulu yang berlebihan. Kondisinya itu menurun pada tiga anaknya, yakni Manjira, Niraj, dan Mandira. Mereka digolongkan mengidap hypertrichosis syndrome atau sindrom manusia serigala.

Keluarga yang tinggal sederhana di pegunungan Distrik Dolkha di bagian utara Nepal itu membiarkan ejekan tetangga yang menyebut mereka keluarga serigala. Mereka menganggap itulah takdir hidup mereka. Tak pernah terucap impian masa depan dari anak-anaknya karena penyakit itu.

Hingga suatu hari, kehidupan mereka diberitakan, tersiar kabar ada dokter yang rela membantu mereka. Betapa bahagianya Devi mendengar kabar tersebut. Ketika kabar kepastian pengobatan itu mereka terima, Manjira dan Niraj terlihat bahagia. Mereka siap menyongsong kehidupan barunya. Bahkan, Niraj dengan bangga memberitahukan teman-temannya bahwa ia akan kembali dari Kathmandu dengan wajah baru. Dengan demikian, tak ada lagi alasan bagi teman-temannya untuk mengolok-olok dirinya.

Kedua anak Devi itu bahkan berani memaparkan cita-citanya di masa depan. Devi dan dua anaknya mesti terbang melintasi pegunungan menuju Rumah Sakit Dhulikhel di Kavre, Kathmandu. Di rumah sakit itu, bulu yang menyelimuti sebagian besar wajah mereka dihilangkan dengan teknologi laser. Setelah operasi, tidak ada lagi bulu-bulu serigala itu.

Sindrom yang lebih dikenal dengan sebutan congenital hypertrichosis lanuginosa itu bercirikan rambut atau bulu yang hitam dan tebal menutupi bagian dahi dan tubuh lainnya secara tidak normal. Secara umum, kondisinya dibagi dua. Gejala pertama, bulu menutupi sekujur tubuh. Sementara gejala kedua ditandai dengan bulu-bulu tebal di area tubuh tertentu.

Upaya mengurangi bulu dengan cara menghilangkannya tidak berlaku permanen. Pasalnya, kondisi ini belum ada obatnya. Meskipun demikian, pencukuran bulu itu bisa mengurangi bulu yang berlebihan. Akan tetapi, yang mesti diwaspadai adalah dampak dari pencukuran bulu tersebut, seperti bekas luka, dermatitis, dan hypersensitif.

Baru-baru ini, peneliti menemukan penyebab penyakit kelainan genetik itu. Saking langkanya, sindroma yang disebabkan oleh mutasi kromosom itu hanya menimpa kurang dari 100 orang di dunia. Para peneliti menelusuri letak perubahan mutasi yang dialami pengidap sindrom ini di Meksiko pada kromosom X (salah satu dari dua kromosom pada gen manusia).

Ternyata, mereka menemukan bahwa ini merupakan penyakit turunan. Biasanya pengidap laki-laki akan tertutup bulu pada bagian wajah dan kelopak matanya. Sementara pengidap perempuan biasanya ditumbuhi bulu pada bagian tubuhnya.

Selain kasus yang menimpa keluarga Budhathoki di Nepal, kasus serupa juga terjadi di Thailand. Supatra Sasuphan adalah gadis Thailand yang menderita penyakit yang membuatnya dijuluki sebagai manusia serigala. Penyakit langka itu menyebabkan sebagian wajah Sasuphan ditumbuhi oleh bulu-bulu, seperti bulu serigala. Karena penyakit yang dideritanya itu pada 2011, Supatra memecahkan rekor dunia di Guinness Book of World Records sebagai gadis dengan bulu terlebat. Sejarah juga mencatat pada awal abad ke-20, Julia Pastrana mengalami sindrom serupa. Tubuhnya yang diselimuti bulu membuat ia dijuluki perempuan berbulu atau manusia serigala.

Tags: #Kelainan Gen #Manusia #Manusia Serigala #Nepal #Serigala

Leave a reply "Akibat Kelainan Gen Keluarga Ini Berwujud Manusia Serigala"

Author: 
    author