5 Kebiasaan Buruk yang Akan Berpengaruh Pada Mobil Kita di Masa Depan

9 views

Ada “kata-kata bijak” dunia otomotif yang menyatakan: situasi sebuah mobil ialah cerminan dari individu pemiliknya. Kalau mobilnya apik bersih, besar bisa jadi pemiliknya sangat rapi dan rapi. Begitu pun sebaliknya. Jejak peninggalan empunya terdahulu ini pun tertinggal di mobil bekas yang ditawarkan oleh showroom maupun perorangan. Jadi dapat dibayangkan andai mobil murah semisal harga datsun go+ telah pernah beralih ke sejumlah tangan sebelumnya. Setiap “jejak” dari empunya tentu menjadi riwayat dari mobil tersebut ke depannya.

Nah, apa saja kelaziman para empunya mobil yang bisa berpengaruh terhadap situasi mobil di kemudian hari? Mari simak:

  • Tidak tertib dalam servis rutin

Konon terdapat satu perilaku buruk empunya mobil di Indonesia, yaitu begitu jadwal servis cuma-cuma sudah habis, mereka malas mengerjakan servis rutin. Batas servis cuma-cuma ini memang berbeda-beda pada masing-masing merek. Akhirnya lamanya masa servis cuma-cuma juga jadi penentu situasi mobil. 

Mobil-mobil semacam ini seringkali dibiarkan tidak diasuh secara teratur, melainkan melulu pada ketika ada masalah saja. Beberapa mobil justeru cuma diganti oli saja. Sebab terdapat sebagian empunya yang beranggapan, nanti bila kondisi mobil telah mulai bermasalah, maka tinggal dipasarkan saja.

  • Enggan ke bengkel resmi

Beberapa empunya mobil terdapat yang merasa tak mau untuk ke bengkel resmi. Masing-masing memang punya dalil tersendiri, tetapi agaknya yang paling berpengaruh karena adanya anggapan bahwa bengkel resmi ingin lebih mahal. Padahal, perawatan itu dapat dilakukan oleh bengkel biasa atau malah diasuh sendiri.

Merawat mobil di bengkel resmi pasti saja ada sejumlah kelebihannya. Yang terutama pasti saja soal daftar perawatan kendaraan. Dengan daftar yang jelas, riwayat dan situasi mobil bisa diketahui pasti. Berikutnya pasti saja soal garansi suku cadang yang pribumi dan berkualitas.

  • Kebiasaan saat berada dalam kabin

Saat mengerjakan perjalanan, terdapat sekian banyak  kebiasaan empunya yang dominan ke situasi kabin mobil. Misalnya, dalam mengonsumsi makanan, merokok, atau memakai benda-benda beda yang beraroma kuat.

Semua kelaziman ini akan terbelakang di dalam kabin mobil, khususnya pada jok mobil, plafon, maupun doortrim. Apalagi andai bagian-bagian itu masih berbahan kain yang menyerap wewangian di sekitar.

  • Gaya menyetir

Memang tidak masing-masing orang memiliki keterampilan teknis yang sama dalam mengendarai kendaraan. Akibatnya, perlakuan pengemudi terhadap mobilnya dominan terhadap kondisi sejumlah komponen. Misalnya, mesin, kaki-kaki, transmisi, bahkan hingga bodi dan chasis (kalau hingga terjadi benturan).

Mobil yang sudah merasakan masalah pada sejumlah komponen tentu memiliki potensi kehancuran lain di lantas hari. Pilihannya ialah membereskan masalah tersebut, namun tersebut juga berarti ekstra biaya.

 

  • Dipakai oleh tidak sedikit tangan

Ada beberapa mobil yang tidak melulu dipegang oleh satu orang saja, melainkan sejumlah orang. Masalahnya, tidak masing-masing orang memiliki keterampilan teknis serta kepedulian bakal perawatan kendaraan yang sama.

Namun fakta ini bukan berarti mobil yang dipegang oleh satu orang akan tentu lebih baik dibandingkan tidak sedikit tangan. Semua tergantung dari kepedulian semua pemegang mobil tersebut.

Saat mobil baru terbit dari pabrik dan dipasarkan oleh dealer, situasi mobil tersebut bahwasannya relatif sama baiknya. Perlakuan dari semua pemakai dan empunya yang kemudian dominan pada situasi mobil, bahkan terhadap nasibnya kelak.

Kita sebagai calon pembeli mobil bekas hanya dapat melakukan pemeriksaan  terhadap situasi mobil guna meminimalkan risiko kehancuran di masa mendatang. Jika merasa ragu dan tidak punya keterampilan untuk menilai situasi mobil, maka dapat dipakai jasa inspeksi mobil yang independen dan terpercaya.

Leave a reply "5 Kebiasaan Buruk yang Akan Berpengaruh Pada Mobil Kita di Masa Depan"

Author: 
    author